Bandung – Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara, Hj. Imas Sukmariah, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Regional III BKN dalam rangka monitoring pelaksanaan penilaian kompetensi melalui metode Computer Assisted Competency Test (CACT) bagi ASN di lingkungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Februari 2026 di Kanreg III BKN Bandung dan diikuti oleh 227 ASN.
Pelaksanaan CACT dilaksanakan selama dua hari, dengan rincian 114 peserta hadir pada Selasa, 24 Februari 2026 dan 113 peserta pada Rabu, 25 Februari 2026. Penilaian kompetensi yang digunakan merupakan paket lengkap yang mencakup kompetensi manajerial, sosial kultural, literasi digital, serta emerging skill. Tes berlangsung selama kurang lebih 4,5 jam dengan total lebih dari 450 soal yang terbagi dalam 22 subtes.

Dalam sambutannya, Sestama BKN menyampaikan apresiasi atas komitmen Kementerian Kehutanan dalam mendukung implementasi manajemen talenta berbasis sistem merit. Ia menegaskan bahwa penilaian kompetensi melalui CACT bukan sekadar tes administratif, melainkan instrumen strategis untuk memotret potensi dan kompetensi ASN secara utuh sebagai dasar pengembangan karier, promosi, dan rotasi jabatan.
“Tes ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan. Instrumen ini dirancang untuk memotret apa yang sudah Bapak/Ibu lakukan selama ini dalam perjalanan karier,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa hasil tes dapat langsung dilihat oleh peserta setelah menyelesaikan ujian, sementara rekapitulasi keseluruhan dapat diunduh melalui admin SIASN dalam waktu 1×24 jam. Peserta akan mengetahui kategori kompetensinya, apakah Optimal, Cukup Optimal, atau Kurang Optimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, Joko Purwanto, Kepala Bagian Tata Usaha Kanreg III BKN, Delpa Nopri Kasmi yang mewakili Kepala Kanreg III BKN serta para pejabat fungsional dan pejabat pelaksana di lingkungan Kanreg III BKN dan Kementerian Kehutanan. Kehadiran pimpinan dan pejabat terkait menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sistem merit dan pembangunan manajemen talenta di instansi tersebut.
Sestama BKN juga menekankan bahwa implementasi manajemen talenta yang berbasis pemetaan potensi dan kompetensi akan melindungi karier ASN dari praktik-praktik yang tidak objektif. Dengan pemetaan melalui sembilan kotak (9-box), proses promosi jabatan akan didasarkan pada data dan rekam jejak kinerja, bukan kedekatan personal. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang terus mendorong penguatan sistem merit dalam pengelolaan ASN.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa ke depan seluruh sistem pengelolaan ASN akan semakin terintegrasi secara digital, termasuk kinerja, mutasi, dan pengembangan karier. Integrasi sistem ini akan mempercepat proses pengisian jabatan karena kandidat telah tersedia dalam talent pool berdasarkan hasil pemetaan kompetensi.
Kunjungan monitoring ini sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur, kelancaran sistem, serta kenyamanan peserta selama pelaksanaan tes. Sestama BKN berharap pelaksanaan CACT dapat berjalan lancar dan hasilnya dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan pengembangan SDM di lingkungan Kementerian Kehutanan.
Melalui pelaksanaan penilaian kompetensi berbasis CACT ini, diharapkan terwujud ASN Kementerian Kehutanan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan digital, serta memiliki kompetensi yang terukur untuk mendukung pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan. tes

