Bandung Barat – Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Wahyu, S.Kom, MAP, didampingi oleh Kepala Bidang Mutasi dan Status Kepegawaian, Rianty Noviasari, S.Kom, serta Kepala Bidang Pengangkatan dan Pensiun, Dwi Sundari, S.Sos melakukan kunjungan kerja ke BKPSDM Kabupaten Bandung Barat pada Senin (10/2/2025).

Rombongan diterima oleh Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Danny Rizal, AP, M.Si, bersama Kepala Bidang Mutasi, Promosi, dan Kinerja, Yunita Nur Fadilla, S.Psi, M.I.P., Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi, Dini Setiawati, S.AP, MM. serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Yulia Purnamasanti, S.STP.,MM.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pembahasan mengenai persiapan pilot project automasi kenaikan pangkat yang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan peningkatan kualitas data. Pada tahap awal, automasi ini akan diterapkan untuk kenaikan pangkat reguler, sehingga seluruh PNS yang memenuhi syarat akan memperoleh kenaikan pangkat tanpa melalui proses pengusulan dari instansi. Proses ini akan berjalan secara otomatis dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Dalam pertemuan ini, dibahas akselerasi penetapan NIP CASN, di mana BKPSDM Kabupaten Bandung Barat diharapkan dapat segera mengusulkan penetapan NI PPPK ke Kantor Regional III BKN. Selain itu, turut disosialisasikan pola kerja baru di Kantor Regional III BKN Bandung.
Kabupaten Bandung Barat dipilih sebagai instansi percontohan dalam pilot project ini guna mendukung dan menyukseskan program prioritas nasional yang dicanangkan oleh Kedeputian Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN BKN. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain memastikan kualitas data sebagai syarat utama dengan menyelesaikan sisa disparitas data serta menyusun daftar nominatif PNS yang akan diajukan untuk kenaikan pangkat tahun 2025. Selain itu, perlu dipastikan bahwa data tersebut sudah akurat dan terkini (up to date), sehingga saat diperiksa oleh sistem, persetujuan teknis (Pertek) dapat segera diterbitkan secara otomatis.
Selain menjadi bagian dari pilot project, implementasi ini juga merupakan pencapaian tersendiri bagi Kabupaten Bandung Barat.