Bandung – Komitmen menghadirkan layanan publik yang semakin profesional, terukur, dan akuntabel terus diperkuat oleh Badan Kepegawaian Negara melalui Kantor Regional III. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan RAKABANGTESI Seri III Tahun 2026 dengan tema Sosialisasi Penerapan Fitur Kinerja Harian pada Layanan E-Kinerja BKN yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026 secara virtual dan diikuti oleh 2.685 peserta melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube.

Kegiatan ini melibatkan Kepala BKPSDM/BKD, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta ASN di wilayah kerja Kanreg III BKN yang meliputi Jawa Barat dan Banten. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam mendukung transformasi pengelolaan kinerja ASN yang lebih modern dan berbasis data.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Regional III BKN Wahyu menegaskan bahwa pengukuran kinerja ASN tidak lagi cukup dilakukan secara periodik, baik bulanan, triwulan, maupun tahunan. Melalui fitur kinerja harian pada E-Kinerja BKN, setiap aktivitas yang relevan dengan Rencana Hasil Kerja (RHK) dapat dicatat secara sistematis dan dimonitor secara real time oleh pimpinan. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun disiplin kerja berbasis aktivitas nyata serta memperkuat budaya kerja berbasis hasil, bukan sekadar kehadiran.

Data kinerja harian yang terdokumentasi menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan berbasis sistem merit, termasuk dalam pembinaan, pengembangan karier, hingga manajemen talenta. Secara nasional, ditargetkan minimal 50 persen ASN aktif menggunakan fitur kinerja harian sebagai indikator perubahan budaya kerja yang lebih profesional dan akuntabel.
Bagi masyarakat, implementasi fitur ini membawa dampak positif dalam bentuk layanan yang lebih cepat, terpantau, dan transparan. Dengan progres pekerjaan yang tercatat secara evidence based, pimpinan dapat mengidentifikasi hambatan lebih dini dan memastikan penyelesaian layanan sesuai target. Jejak digital kinerja juga memperkuat akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja ASN.

Sesi diskusi yang berlangsung interaktif membahas berbagai isu teknis, mulai dari pengisian progres untuk pekerjaan koordinatif, pengaturan batas waktu input oleh admin instansi, hingga mekanisme transisi dari aplikasi kinerja mandiri ke sistem nasional. Direktorat Kinerja dan Penghargaan ASN menegaskan bahwa kinerja harian bukan tambahan beban administrasi, melainkan alat monitoring progres terhadap rencana aksi yang telah disusun di awal periode. Aktivitas rapat, koordinasi, maupun penyusunan konsep tetap dapat dicatat sepanjang memiliki keterkaitan dengan RHK.
Melalui RAKABANGTESI Seri III Tahun 2026 ini, Kanreg III BKN menegaskan komitmen untuk terus mengawal implementasi fitur kinerja harian secara optimal di seluruh wilayah kerjanya. Transformasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ASN yang semakin profesional, berbasis data, dan berorientasi pada hasil, sehingga pelayanan publik kepada masyarakat dapat semakin berkualitas dan terpercaya. tes

