Bandung – Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyelenggarakan kegiatan Rakabangtesi (Rabu di Kampus Pengembangan Kompetensi) Seri #5 dengan tema “Meningkatkan Indeks Kualitas Data ASN melalui MyASN dan Lemari Digital BKN” pada Jumat (13/03/26). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Webinar serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kanreg III BKN Bandung.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Kepala Kantor Regional III BKN, Wahyu, S.Kom., M.A.P. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kualitas data ASN merupakan fondasi penting dalam mendukung layanan manajemen ASN yang cepat, akurat, dan berbasis data.

“Kualitas data yang baik diharapkan menghasilkan data yang mutakhir dan terpadu sehingga mempermudah berbagai layanan kepegawaian, seperti kenaikan pangkat, mutasi, hingga proses pensiun ASN. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh ASN,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kanreg III BKN, Rianty Noviasari, S.Kom., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa Rakabangtesi seri ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta memperkuat sinergi antara BKN, instansi daerah, dan seluruh ASN dalam meningkatkan kualitas data kepegawaian melalui pemanfaatan platform digital.
Kegiatan ini diikuti oleh 2.228 peserta melalui Zoom Webinar serta 1.431 peserta melalui siaran langsung YouTube, yang terdiri dari BKD/BKPSDM serta ASN di wilayah kerja Kanreg III BKN yang meliputi Jawa Barat dan Banten.

Pada sesi pemaparan materi, Pranata Komputer Ahli Muda Direktorat Pengelolaan Sistem Informasi dan Layanan Digitalisasi Manajemen ASN BKN, Aliyah Zahira, S.Kom., memaparkan pengembangan MyASN versi 3.0 sebagai bagian dari transformasi digital manajemen ASN.
Melalui platform MyASN, ASN dapat melakukan pembaruan data kepegawaian secara mandiri serta mengakses berbagai layanan digital, seperti dashboard ASN, kartu ASN digital, verifikasi NIK dan KK, pengajuan sertifikat elektronik, hingga berbagai layanan lainnya yang mendukung manajemen ASN berbasis data.
Selanjutnya, Arsiparis Ahli Pertama Direktorat Arsip Kepegawaian ASN BKN, Dity Putri Sohadi, S.E., menjelaskan mengenai implementasi Lemari Digital BKN sebagai sistem pengelolaan arsip kepegawaian berbasis elektronik yang terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SIASN).
Ia menyampaikan bahwa transformasi pengelolaan arsip dari bentuk fisik menuju digital merupakan langkah penting dalam mendukung pelayanan kepegawaian yang lebih efisien dan aman.

Melalui sistem Document Management System (DMS) yang terintegrasi dengan SIASN, arsip ASN dapat disimpan dan diakses secara lebih cepat serta meminimalisir risiko kehilangan atau kerusakan dokumen. Selain itu, kelengkapan arsip ASN juga akan menghasilkan skor arsip yang menjadi salah satu indikator dalam Indeks Kualitas Data ASN.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, wilayah kerja Kanreg III BKN yang meliputi Jawa Barat dan Banten saat ini memiliki 260.927 PNS dengan rata-rata skor arsip sebesar 50,02. Oleh karena itu, seluruh ASN diharapkan dapat terus melengkapi dokumen kepegawaiannya melalui MyASN maupun melalui unit kepegawaian di instansi masing-masing.
Kegiatan Rakabangtesi ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai pertanyaan peserta terkait verifikasi dokumen, pengelolaan arsip digital, hingga integrasi sistem kepegawaian dengan Lemari Digital BKN.
Melalui kegiatan ini diharapkan pengelolaan data dan arsip kepegawaian dapat semakin tertib dan mutakhir, sehingga mampu mendukung terwujudnya manajemen ASN yang lebih profesional, berbasis data, serta mendukung pengembangan manajemen talenta ASN di masa mendatang. tes

